Daftar Jabatan yang Pernah Diemban Sri Mulyani di Bank Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sri Mulyani Indrawati, ekonom asal Indonesia, telah ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Ketua Bersama Independen untuk penggalangan dana Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) ke-22. Dalam peran ini, ia akan memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan termiskin. IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem melalui pinjaman berbunga rendah dan hibah.
Sebelumnya, Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia dari Juni 2010 hingga Juli 2016. Selama masa itu, ia menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan pimpinan puncak di lembaga keuangan multilateral tersebut, bertanggung jawab atas operasional global dan program pengentasan kemiskinan di berbagai wilayah seperti Afrika dan Asia Pasifik.
Penunjukan terbaru ini melanjutkan kontribusi internasionalnya, setelah pada 2016 ia dipanggil kembali ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani akan bermitra dengan Paschal Donohoe dalam menjalankan tugas IDA22.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.00
Sri Mulyani Kembali Bergabung ke Bank Dunia, Ini Jabatan Terbarunya
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.26
Sri Mulyani Indrawati Punya Jabatan Baru, Mentereng
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.53
Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 13.04
Purbaya Cerita Jadi Menteri Paling Tidak Beruntung di Dunia ke IMF dan Bank Dunia
Berita terkait
Bank Dunia Tugaskan Sri Mulyani Urus Dana untuk Negara Miskin
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 06.35
Mengenal IDA, Badan Bank Dunia yang Kini Dipimpin Sri Mulyani
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.40
SBY Respons Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00
SBY Nilai Arah Ekonomi Prabowo Makin Jelas, Target Pertumbuhan 6% Dinilai Ambisius
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 21.33