Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Transformasi Pupuk Indonesia: Laba Melonjak-Kesuksesan Ekspor Urea

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat laba bersih Rp 8,51 triliun Januari-Juni 2026, tumbuh 253% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh transformasi bisnis, operational excellence, dan cost leadership di bawah supervisi Danantara Indonesia. Pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun (51% pertumbuhan) dengan EBITDA naik 140% menjadi Rp14,28 triliun. Meskipun harga pupuk turun 20%, laba tetap meningkat berkat efisiensi operasional. Pupuk Indonesia menerapkan Peraturan Presiden No. 6/2025 untuk menyederhanakan tata kelola pupuk bersubsidi serta memperkuat distribusi public service obligation dan komersial. Kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun dengan target urea 7,8 juta ton. Perusahaan menyalurkan 6,33 juta ton pupuk bersubsidi (64,3% dari alokasi pemerintah) hingga 1 September 2026 dan berhasil melakukan ekspor 47.250 ton urea ke Australia.

Berita terkait