Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Dana AS Terkuras Akibat Perang Iran, Trump Justru Sesumbar Janjikan Uang untuk Pemilihnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan pembayaran langsung sebesar 5.000 dolar AS (sekitar Rp88 juta) kepada setiap warga negara dewasa jika Partai Republik berhasil menguasai DPR dan Senat dalam pemilu sela November mendatang. Dengan perkiraan 245,3 juta warga dewasa di AS, biaya total program ini diperkirakan mencapai lebih dari 1,2 triliun dolar AS (sekitar Rp21.120 triliun). Trump menyebutkan bahwa pendanaan dapat berasal dari penerimaan tarif impor, meskipun klaimnya tentang investasi sebesar 21 triliun dolar AS tidak sepenuhnya terkonfirmasi oleh data resmi Gedung Putih.

Janji ini mendapat kritik dari sejumlah anggota Partai Republik, termasuk Chip Roy dan Bob Good, yang mempertanyakan sumber pendanaan dan potensi pelanggaran prinsip anggaran. Selain itu, rencana ini juga menimbulkan pertanyaan hukum karena mengaitkan langsung pembayaran dengan kemenangan elektoral, yang berpotensi melanggar regulasi federal terkait pengaruh terhadap pemilih. Proyeksi Penn Wharton Budget Model menunjukkan bahwa penerimaan tarif pada era Trump hanya sekitar 300 miliar dolar AS sejak Januari 2025 hingga Juli 2026, jauh di bawah kebutuhan untuk program ini.

Rencana ini muncul di tengah tekanan fiskal AS yang meningkat, dengan defisit anggaran diproyeksikan mencapai 1,8 triliun dolar AS dan rasio utang nasional terhadap PDB mencapai 122,6 persen pada kuartal I 2026. Belanja pertahanan AS juga menembus 1,4 triliun dolar AS pada 2026, bertambah akibat konflik militer dengan Iran. Wakil Presiden JD Vance membela rencana ini dengan menekankan bahwa penerimaan tarif dapat digunakan untuk mengurangi utang negara dan mendukung kelas menengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait