Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Komunitas Lokal, Sirtanio Bawa Beras Organik ke Pasar Global

PT Sirtanio Organik Indonesia, yang berawal dari Kelompok Tani Mendo Sampurno di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, kini menjadi produsen beras organik yang menembus pasar global seperti Italia, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Berkat pendampingan Bank Indonesia sejak 2011, Sirtanio berhasil mengatasi kendala pascapanen seperti bau apek dan lama penyimpanan dengan menggunakan mesin pengemas vakum. Produk beras organik merah, hitam, dan putih Sirtanio kini tersedia di pasar domestik dan ekspor, didukung oleh teknologi pengemasan modern serta pelatihan digitalisasi keuangan dan standarisasi budidaya Good Agricultural Practices (GAP).

Komitmen Bank Indonesia dalam membina ekosistem pertanian dari hulu ke hilir, termasuk penguatan kelembagaan petani, perluasan jejaring kemitraan, dan fasilitasi pameran serta business matching, menjadi kunci keberhasilan Sirtanio. Program Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyoroti kisah Sirtanio sebagai contoh nyata transformasi UMKM lokal menjadi pelaku pasar global. Kisah ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian organik di Banyuwangi, yang pada semester pertama 2026 menghasilkan 255.257 ton beras dengan surplus sekitar 174.000 ton, meski kontribusi beras organik mas masih hanya 765,15 ton.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa sektor pertanian menyumbang lebih dari 26% bagi PDRB dan melibatkan sekitar 40% tenaga kerja lokal. Dengan dukungan kolaborasi antara komunitas petani, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah, Sirtanio diharapkan menjadi blueprint pengembangan pertanian organik yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait