Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Limbah hingga Karbon, Inovasi Lingkungan Kini Bisa Jadi Duit

PT SUCOFINDO (PERSERO) menggelar seminar Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community di Nusa Dua, Bali, sebagai bagian dari Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Seminar ini menekankan pentingnya inovasi lingkungan dan sosial yang tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Direktur Utama Sandry Pasambuna menyatakan bahwa kepatuhan adalah titik awal, inovasi adalah langkah berikutnya, dan keberlanjutan adalah tujuan bersama.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Edward Nixon Pakpahan memaparkan pembaruan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) berdasarkan Permen LH/BPLH Nomor 7 Tahun 2025. PROPER kini mencakup eco-innovation, inovasi sosial, nilai ekonomi karbon, green leadership, hingga keterkaitan dengan pelaporan keberlanjutan. PROPER diharapkan menjadi instrumen transformasi kinerja lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing melalui praktik bisnis berkelanjutan.

Para pakar juga menekankan pentingnya ekonomi sirkular dan inovasi sosial. Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai contoh inovasi sosial yang memperkuat kemampuan masyarakat. Fajar Firstya Adam dari PT SUCOFINDO menjelaskan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai mekanisme untuk mengubah kinerja lingkungan menjadi nilai ekonomi, mendukung dekarbonisasi, dan meningkatkan daya saing di era ekonomi rendah karbon.

Berita terkait