Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi PSI? Pengamat Soroti Satu Bahaya Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dokter Selamat Ginting, seorang pakar politik dari Universitas Nasional, memprediksi risiko besar jika Dedi Mulyadi (KDM) meninggalkan Gerindra dan bergabung dengan PSI. Ia menyatakan publik akan meragukan alasan pindah politik KDM yang sudah sebelumnya pindah dari Golkar ke Gerindra sebelum Pilkada 2024. Ginting menilai PSI di Jawa Barat lemah dengan hanya satu kursi di DPRD dan belum mampu mengirim wakil ke DPR RI. Risiko terbesar, kata Ginting, adalah KDM menjadi 'senjata makan tuan' seperti yang dialami Ridwan Kamil, di mana posisi politiknya menjadi sulit dipulihkan. Ia menekankan keputusan politik harus dipertimbangkan matang untuk menghindari kerugian pada karier politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.52
Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Gabung Sejak Oktober 2025
kumparan · 27 September 2026 pukul 14.28
Muzani soal Jokowi Jadi Kader-Pamer KTA PSI: Hak Warga Berpolitik
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 14.24
Guntur Romli Sindir Jokowi: Diminta Tunjukkan Ijazah, Kok Malah Pamer Kartu Anggota PSI
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 14.06
Gunrom PDIP soal Jokowi Pamer KTA PSI: Harusnya Nunjukin Ijazah S1 UGM
Berita terkait
Dedi Mulyadi Soal Kemungkinannya Tinggalkan Gerindra Demi PSI: Itu Bukan Tidak Benar
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 00.20
Dedi Mulyadi Diisukan Pindah ke PSI, Begini Respons Gerindra Jabar
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.30
PSI Bantah Isu Dedi Mulyadi Jadi Kader, Klaim Tak Ada Komunikasi
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.35
Dedi Mulyadi Dirumorkan Bakal Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Bereaksi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.51