Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate

Calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa BI tidak selalu menaikkan BI Rate untuk menstabilkan rupiah. Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak lazim, seperti inflasi tinggi di tengah perlambatan ekonomi dan gangguan rantai pasok, membuat kebijakan moneter tidak bisa hanya bergantung pada satu instrumen suku bunga. Destry menjelaskan bahwa keputusan suku bunga harus mempertimbangkan keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan dukungan pertumbuhan ekonomi. Dalam beberapa kesempatan, BI justru menggunakan instrumen pendukung seperti insentif likuiditas, kebijakan hedging, dan upaya menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik. Ia menambahkan bahwa pasar keuangan Indonesia kini jauh lebih dalam, dengan volume transaksi pasar uang meningkat enam kali lipat dalam enam tahun terakhir, sementara transaksi pasar valas melonjak tiga kali lipat hingga mencapai US$12 miliar per hari. Sinergi dengan pemerintah tetap penting, namun independensi BI sebagai prinsip utama tidak akan dikorbankan. Pengendalian inflasi juga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab BI, karena inflasi inti yang dipengaruhi sisi permintaan hanya berkontribusi 65% terhadap inflasi keseluruhan, sementara inflasi pangan menyumbang 19% dan administered prices seperti harga BBM membutuhkan kebijakan pemerintah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait