Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Leopold Aschenbrenner, pendiri hedge fund Situational Awareness, mengalami kerugian sebesar US$30 miliar (Rp534 triliun) pada Juli 2026 setelah portofolio miliknya yang pernah mencapai US$45 miliar mengalami penurunan drastis. Dana tersebut menggunakan leverage tinggi hingga 3:1 dan instrumen derivatif bernama "flex options" untuk memasang posisi agresif pada saham AI. Strategi jual besar di saham open-source AI China membuat pasar berbalik, menyebabkan saham andalan seperti Bloom Energy dan Sandisk rontok, sementara saham yang di-short seperti Adobe dan Figma naik. Pada 29 Juli, Situational mencoba menjual saham Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon 20%, namun pada 30 Juli akhirnya menjual mayoritas portofolio ke Citadel dengan diskon 10%, sehari sebelum pasar dibuka. Akibatnya, dana kelolaan menyusut dari US$45 miliar menjadi sekitar US$15 miliar. Kasus ini mengingatkan pasar akan risiko leverage berlebihan di industri hedge fund, serupa dengan keruntuhan Archegos Capital beberapa tahun sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Perusahaan Trading Ini Pecah Rekor Rugi Rp 246 Triliun Sebulan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.00
Belasan Korban Arisan Fiktif di Indramayu Lapor Polisi, Kerugian Rp325 Juta
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.53
Investasi Felda di Indonesia Berpotensi Rugi Rp 10,75 Triliun, PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.47
Update Dampak Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok: 75 Rumah Hangus
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.18