Di 3 Provinsi Ini Masih Banyak Warga Belum Punya Rumah Layak Huni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316908/original/037911600_1785996295-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_11.27.34_AM.jpeg)
Pemerintah mencatat tiga provinsi dengan backlog kelayakhunian terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat tata kelola Program 3 Juta Rumah dengan memanfaatkan data makro BPS sebagai landasan kebijakan. Integrasi data kemiskinan desil 1–4 dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dilakukan bersama pemerintah daerah menggunakan pendekatan By Name By Address (BNBA), kemudian diverifikasi lapangan oleh tim Kementerian PKP. Pemerintah juga mengoptimalkan aplikasi Go PKP untuk pelaporan pembangunan rumah yang transparan dan terintegrasi.
Evaluasi perumahan mencakup dua pilar: aspek fisik (kepemilikan, renovasi, material) dan lingkungan (sanitasi, air minum, listrik). Seluruh intervensi berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data BPS menunjukkan penurunan backlog kepemilikan rumah dari 12,75 juta rumah tangga (2020) menjadi 9,29 juta (2026), serta backlog kelayakhunian turun dari 18,77 juta (2025) menjadi 18,01 juta rumah tangga (2026). BPS juga menyusun Buku Statistik Perumahan 2026 sebagai referensi perencanaan dan evaluasi kebijakan perumahan nasional.
Bagikan
Berita terkait
BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 11.47
Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi Kemendagri
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 17.55
Dirut BTN: Tenor FLPP hingga 40 tahun perluas akses kredit perumahan
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.51
Danantara Housing Expo Tawarkan Promo Bunga KPR 2,75% hingga DP 1%
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.02