Di Depan Putin, Prabowo Ajak Rusia Garap Perjanjian Dagang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatunnya di Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026) mengajak Vladimir Putin untuk meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Rusia. Ia menyoroti komplemenasi sumber daya: Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, dan teknologi, sementara Indonesia memiliki kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, tenaga kerja muda, serta akses ke 680 juta penduduk di Asia Tenggara. Perdagangan bilateral mencapai US$5 miliar pada 2025, meningkat 21,7% dari 2024 dan 33,7% dari 2023. Prabowo mengusulkan pembuatan Free Trade Agreement (FTA) untuk melipatgandakan perdagangan dalam periode peninjauan pertama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.32
Prabowo Sebut Nilai Dagang RI-Rusia Dekati Rp88T: Ini Baru Permulaan
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.43
Prabowo di Depan Putin: Kami Menghormati Semua Kekuatan
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 13.00
Bertemu Putin, Prabowo: Indonesia-Rusia Memiliki Ikatan Sejarah Lebih 5 Dasawarsa
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.45
Prabowo Minta Maaf ke Putin tidak Hadiri Hari Nasional Rusia dan KTT ASEAN-Rusia
Berita terkait
Prabowo Undang Putin ke Indonesia: Saya Harap Bisa Balas Keramahan Anda
Detik.com · 3 September 2026 pukul 14.26
Putin Sambut Prabowo di Rusia, Soroti Kerja Sama Nuklir
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.30
Prabowo Minta Maaf ke Putin Absen di KTT ASEAN-Rusia
Detik.com · 3 September 2026 pukul 12.04
Di Depan Prabowo, Putin Ungkap Perdagangan RI-Rusia Naik 12%
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.56