Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Dicoret MSCI dan FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membuka suara terkait gejolak transaksi sahamnya melalui surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Oktober 2026. Menurut manajemen, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor teknikal, bukan kinerja bisnis. Tekanan terhadap saham ini bermula dari dua keputusan penyertaan indeks global: GOTO dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index pada 22 Juni 2026 karena sahamnya tercatat di Papan Pengembangan BEI, dan keluar dari MSCI Global Standard Indexes pada 31 Agustus 2026 akibat rendahnya volume perdagangan sejak harga saham mencapai Rp50 per saham pada Mei 2026.

Keluarnya GOTO dari kedua indeks tersebut memicu aksi jual dari investor institusi asing, terutama passive funds yang terikat pada indeks MSCI dan FTSE. Namun, karena volume perdagangan yang rendah, dana-dana pasif ini kesulitan melepas saham GOTO di pasar reguler. Situasi berubah sejak 28 September 2026 ketika BEI menurunkan floor price dari Rp50 menjadi Rp1 per saham, memberi pemegang saham kesempatan untuk menjual di pasar reguler sehingga harga saham mengalami fluktuasi.

Untuk mengatasi situasi ini, GOTO mengumikan dua aksi korporasi. Pertama, program buyback saham dengan dana maksimal Rp3,5 triliun dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027. Kedua, rencana pengurangan modal dengan menarik kembali 32.186.417.802 saham Seri A hasil buyback periode sebelumnya, yang akan diajukan dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026. Saham-saham tersebut semula untuk program ESOP/MSOP, namun dibatalkan dan beralih ke skema pengurangan modal. Jika disetujui, modal GOTO yang tercatat di bursa akan berkurang dalam tiga bulan mendatang.

Berita terkait