Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dolly Parton dan Pelajaran tentang Filantropi yang Tak Sekadar Memberi

Dolly Parton meninggal pada 25 Agustus 2026 setelah berjuang melawan kanker. Dikenal sebagai penyanyi country legendaris, ia juga dikenal luas karena filantropinya yang sistemik melalui Imagination Library, yang didirikan pada 1995. Program ini mengirimkan buku gratis ke rumah anak-anak sejak lahir hingga usia lima tahun, tanpa syarat ekonomi atau akademis. Hingga akhir hayatnya, program tersebut telah mendistribusikan lebih dari 332 juta buku di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Irlandia, dengan biaya sekitar US$2,20 per anak per bulan. Dolly tidak hanya memberi secara pribadi, tetapi membangun infrastruktur sosial yang berkelanjutan dengan dukungan komunitas lokal.

Selain filantropi, Dolly dikenal sebagai pengusaha yang cerdas. Ia menolak menjual hak cipta lagu-lagunya, mengamankan kemandirian finansialnya. Pada 1986, ia mengambil alih Dollywood, sebuah taman hiburan yang menjadi sumber pendanaan untuk berbagai program kemanusiaannya. Saat bencana alam seperti kebakaran Great Smoky Mountains pada 2016, atau pandemi Covid-19 pada 2020, ia aktif memberikan bantuan melalui dana yang dialokasikan dari portofolio bisnisnya.

Dolly juga dikenal sebagai pendamping setia suaminya, Carl Dean, yang menjaga privasinya selama hampir enam dekade pernikahan. Setelah Carl wafat pada Maret 2025, Dolly mengungkapkan betapa ia pernah mengabaikan kesehatannya sendiri saat menjadi caregiver utama. Cerita ini memicu refleksi tentang beban perawatan informal yang tidak kompensasi bagi banyak keluarga, di mana kasih dan dedikasi sering ditempatkan di atas batas kapasitas fisik seseorang.

Berita terkait