Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Damaikan Rusia dan Ukraina, Eropa Disebut Justru Ketakutan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa para pemimpin Eropa sangat khawatir terhadap upaya Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Ukraina. Menurutnya, kekhawatiran ini mendorong negara-negara NATO untuk mencoba menghalangi inisiatif diplomasi AS, termasuk usaha mencegah kompromi yang pernah dibahas dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, serta dalam pembicaraan telepon pada 4 Juli. Lavrov menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa gagasan dari pertemuan Anchorage telah ditinggalkan dan mengklaim Washington kembali selaras dengan Eropa untuk membentuk front bersama menghadapi Rusia. Menanggapi sikap ini, Lavrov menegaskan Moskow tetap mengedepankan solusi damai melalui diplomasi, namun siap melanjutkan tujuan strategisnya jika jalur perundingan ditutup, bahkan termasuk melalui medan militer. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan respons cukup hati-hati terhadap proposal damai terbaru dari Trump. Zelenskyy menilai sejumlah ide cukup menjanjikan untuk mengakhiri perang, namun belum yakin akan keberhasilan implementasinya di lapangan. Ia menyoroti bahwa isu energi dan pasokan pangan menjadi bagian penting dalam pembahasan, terutama dengan musim dingin yang semakin dekat dan kekhawatiran serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Zelenskyy juga menyatakan kesiapan Ukraina untuk mencari titik kompromi terkait pasokan gandum di Laut Hitam, yang terpengaruh oleh peningkatan serangan Rusia terhadap kapal kargo sipil. Salah satu opsi baru yang dibahas adalah gencatan senjata di udara, yang mencakup penghentian serangan terhadap infrastruktur energi atau penghentian seluruh serangan udara dari kedua pihak. Namun, hingga kini Rusia belum memberikan persetujuan atas opsi tersebut.

Berita terkait