Dorong Ekonomi Biru, KKP Kembangkan Hilirisasi Sisa Pengolahan Ikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4774949/original/037381600_1710636503-f787aa61-a51c-44aa-9b09-e5c92fc968d7.jpeg)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan hilirisasi sisa pengolahan ikan menjadi tepung pakan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku. Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Sukabumi, hasil samping ikan mencapai 50-100 kg/hari, dengan potensi hingga 500 kg/hari atau 10 ton/bulan. Hasil samping seperti kepala, tulang, kulit, sisik, dan jeroan diolah menjadi tepung ikan berkualitas yang harus memenuhi SNI 2715:2013. Kolaborasi antara PPN, Dinas Perikanan, BBPBAT, dan pelaku usaha dibutuhkan untuk ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Program ini selaras dengan prinsip ekonomi biru yang mendorong keberlanjutan ekologi.
Bagikan
Berita terkait
Gempa 4,1 Magnitudo Guncang Sukabumi Minggu Pagi, Getaran Dirasakan hingga Cianjur
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 10.00
Infrastruktur Listrik Sukabumi Selatan Diperkuat, Buka Peluang Investasi dan Pusat Ekonomi Baru
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 21.59
ART Pembunuh Profesor di Sukabumi Ditangkap saat Kabur ke Makassar
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 15.08
Pemerintah Kirim 500 Ribu Genteng dari Purwakarta untuk Program Gentengisasi
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 13.15