'Dulu Jokowi di PDIP Tinggal Duduk Manis, Sekarang di PSI Banting Tulang'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Joko Widodo (Jokowi) kini menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2029. Survei SMRC (5-19 Juli 2026) menunjukkan PSI hanya ber elektabilitas 4,1 persen, jauh dari PDIP yang mencatat 11,7 persen. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan apakah pengaruh Jokowi cukup untuk mengangkat PSI hingga bersaing dengan partai besar. Chusnul Chotimah menyoroti perubahan posisi Jokowi setelah pindah dari PDIP ke PSI. Di PDIP, Jokowi dinilai 'tinggal duduk manis' karena didukung mesin partai dan jaringan kader. Di PSI, ia harus 'banting tulang peras keringit' sendiri untuk membangun kekuatan partai menuju 2029. Chusnul jugakritik lingkaran sekitar Jokowi yang dianggap tidak efektif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.54
Budi Arie Tegaskan Pernyataan soal Percepatan Pemilu 2029 Bukan Sikap Jokowi
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.35
Sekjen PDIP Respons Ucapan Budi Arie soal Pemilu 2029 Dipercepat
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
Budi Arie tegaskan pernyataan soal Pemilu 2029 bukan sikap Jokowi
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.45
Pesan PSI untuk Ketum Projo Budi Arie Tegas, Begini Kalimat Andy Budiman
Berita terkait
Elektabilitas PSI Tembus 4,1 Persen, tetapi Itu Tak Menjamin Hasil Pemilu 2029
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.30
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57
Gerindra–Golkar Lebih Penting dari PSI bagi Jokowi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 10.40
Tak Masalah Bagi Jokowi Jika PSI Gagal Masuk Senayan 2029
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 10.20