Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Dulu Pengamen dan Dipecat dari Pabrik, Kini Punya Rp 46 Triliun

Guy Laliberte, pengusaha asal Quebec Kanada, berhasil mengubah karier dari pemain jalanan (busker) menjadi pendiri Cirque du Soleil, salah satu merek hiburan beraset miliaran dolar terkenal di dunia. Awalnya, Laliberte keluar dari kuliah untuk mengembara di jalanan Eropa dan Kanada sambil memainkan akordeon dan harmonika. Ia pernah bekerja di pabrik listrik tenaga air, namun dipecat setelah tiga hari ikut serta dalam mogok kerja. Insiden ini menjadi momok balik, membuatnya bersumpah tidak akan pernah bekerja di kantor konvensional lagi dan fokus sepenuhnya pada seni pertunjukan.

Pada 1984, Laliberte dan rekan-rekan senimannya mengajukan proposal hibah seni sebesar US$ 1,5 juta ke pemerintah Quebec untuk merayakan 450 tahun penemuan Kanada. Usaha ini berhasil dan lahirnya Cirque du Soleil, sirkus tanpa hewan yang merevolusi konsep sirkus tradisional. Pada 1987, Laliberte mempertaruhkan seluruh modalnya untuk mengikuti Los Angeles Arts Festival, yang berakhir dengan sukses besar dan membuka pintu ke kontrak internasional senilai jutaan dolar.

Kesuksesan Laliberte didukung oleh kemampuannya menggabungkan intuisi seni dan naluri bisnis. Pada 1992, ia berhasil bernegosiasi dengan Steve Wynn di Las Vegas tanpa menyerahkan hak kontrol kreatif. Pada puncaknya, kekayaannya mencapai US$ 1,2 hingga US$ 2,6 miliar (sekitar Rp 46,3 triliun). Setelah melepas sebagian sahamnya pada 2015, Laliberte tetap aktif menjelajah, termasuk menjadi turis luar angkasa swasta pertama Kanada pada 2009 dan mendirikan perusahaan hiburan teknologi tinggi Lune Rouge.

Berita terkait