Efek Abu Anak Krakatau, Ribuan Penumpang Pelita Air Gagal Terbang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303079/original/075954200_1754044422-1000071909.jpg)
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 5-6 September 2026 membengkitkan dampak signifikan pada operasional penerbangan. Kementerian Perhubungan mencatat 209 penerbangan terdampat, termasuk 41 penerbangan Pelita Air dengan sekitar 5.337 penumpang. Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi menegaskan langkah ini diambil demi keselamatan, dengan dominasi rute domestik Jakarta serta satu rute internasional Jakarta-Singapura. Bandara dibuka kembali sebagian pada pukul 13.30 WIB setelah penilaian risiko selesai. Untuk rute internasional, tercatat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan ulang menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Rute domestik mengalami 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan ke Lampung, Denpasar, dan Surabaya. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menekankan koordinasi dengan otoritas untuk penanganan penumpang, termasuk penyediaan ruang tunggu dan informasi berkala. Di sisi lain, 170 pesawat yang parkir di area apron (RON) tetap aman dari paparan abu vulkanik.
Bagikan
Berita terkait
KAI Tambah Perjalanan Kereta Menuju Jakarta akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.11
KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.03
Tinjau Bandara Soekarno-Hatta, Menhub: Hasil Paper Test Masih Positif Abu Vulkanik
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 14.02
Sarung Bantal Sofa Diobral di Transmart Full Day Sale
Detik.com · 6 September 2026 pukul 14.00