Efek 'Sulap'Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun pada Semester I-2026, melampaui target laba bersih tahun 2025 sebesar Rp1,61 triliun atau 169% dari target. Nilai aset Perseroan meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan akhir tahun 2025. Laba usaha mencapai Rp3,48 triliun, naik drastis dari Rp0,38 triliun di semester yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga mengalami kenaikan 363% menjadi Rp3,90 triliun. Kinerja ini didorong oleh kenaikan penjualan logam timah 10.984 ton atau 185%, serta kenaikan harga logam timah rata-rata hingga Juni 2026 sebesar US$49.700/ton atau 41% dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Strategi Korporasi Harry Budi Sidharta menyatakan kenaikan penjualan didukung oleh perolehan bijih timah melalui penguatan tata kelola, sementara kenaikan harga logam memberikan kontribusi signifikan. Ekuitas Perseroan naik 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75% dari 6.997 ton Sn di periode yang sama tahun sebelumnya, didorong optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Ungkap Laba BUMN Meledak: Timah Naik 804%, Semen Indonesia 408%
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.21
Tambang Ilegal Ditertibkan, Kinerja Industri Timah Menguat
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.21
Pertamina Lubricants Memperkuat Daya Saing Lewat Otomatisasi Teknologi Produksi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.59
Valuasi PT Timah Naik 280%, Prabowo: Kalau Tahu, Kita Borong Sahamnya
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.37