Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom Soroti Dampak dari Rupiah Melemah di Atas Asumsi Rp 17.500 pada 2027

Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027, naik dari asumsi RAPBN 2026 sebesar Rp 16.500. Asumsi ini dinilai cukup optimis karena sepanjang 2026 rupiah berada di atas level tersebut, dengan rata-rata semester I sekitar Rp 17.200 dan sempat melemah hingga di atas Rp 17.700. Untuk mencapai rata-rata Rp 17.500, rupiah perlu menguat dan bertahan konsisten. Menurut Yusuf Randy Manilet dari CORE, peluang terbuka jika tekanan global mereda dan arus modal kembali masuk, namun tantangan besar tersisa seperti defisit transaksi berjalan yang melebar dan ketidakpastian geopolitik. Jika rupiah melemah melebihi asumsi, tekanan terhadap APBN akan meningkat melalui subsidi energi, pembayaran utang valuta asing, dan biaya pembiayaan. Setiap pelemahan Rp 100 diperkirakan menambah belanja Rp 8 triliun dan memperlebar defisit Rp 3 triliun. Tekanan juga datang dari sekitar seperempat utang pemerintah yang berdenominasi valuta asing, sehingga pelemahan rupiah meningkatkan beban pembayaran dalam rupiah. Kenaikan yield SBN sebesar 0,1 persen dapat menambah belanja bunga Rp 1,8 triliun. Jika rupiah melemah hingga Rp 18.000, inflasi impor berpotensi naik dan ruang penurunan suku bunga semakin terbatas, sekaligus menekan target pertumbuhan 6 persen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait