Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Saatnya Investasi atau Tahan Dulu?

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026, menjadi pertanda positif di tengah ketidakpastian global. Namun, para pakar keuangan menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru berinvestasi agresif hanya karena angka pertumbuhan yang bagus. Mereka menekankan pentingnya menunggu sinyal konsistensi pertumbuhan dalam beberapa bulan ke depan sebelum mengambil keputusan besar.

Perencana Keuangan Andi Nugroho dari Advisors Alliance Group Indonesia menyarankan agar investor ritel tetap berhati-hati dan mempertimbangkan instrumen dengan risiko rendah seperti Surat Berharga Negara (SBN) ritel, termasuk Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel. Menurutnya, instrumen tersebut menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan deposito, sekaligus risiko yang lebih rendah karena dijamin pemerintah. Investor pemula pun dapat memulai dengan investasi sekitar Rp1 juta.

Sementara itu, Dandy dari Advisors Alliance Group Indonesia menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi layak diapresiasi, belum cukup untuk langsung masuk secara besar-besaran ke pasar keuangan. Ia menyarankan agar investor tetap memantau faktor-faktor seperti kepercayaan pasar, nilai tukar rupiah, dan geopolitik global. Bagi yang ingin berinvestasi, ia menemukan peluang di pasar saham dengan valuasi yang relatif murah dan sinyal teknikal yang menguat, namun tetap menyarankan untuk membeli secara bertahap melalui strategi dollar cost averaging.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait