Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Emas Diramal Masih Turun Minggu Depan, Siap-siap ke Rp 2,4 Juta

Harga emas global diproyeksikan terus turun minggu depan hingga kisaran US$ 4.237 per troy ons atau Rp 2.399.972 per gram (asumsi kurs Rp 17.618/dolar AS). Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, pola Head & Shoulder pada time frame daily membentuk tekanan jual kuat, mendukung skenario pelemahan menuju level support US\$ 4.237. Selama tekanan jual mendominasi, peluang harga emas turun masih terbuka. Level resistance penting terletak di US\$ 4.409 per troy ons; harga harus melebihi ini untuk menghentikan tren bearish. Reaksi pasar saat mendekati support akan menentukan arah selanjutnya: rebound jika support kuat, atau pelemahan lebih lanjut jika penembusan kuat terjadi. Dari sisi fundamental, dua katalis berlawanan memengaruhi harga emas: krisis geopolitik di Timur Tengah yang dapat meningkatkan permintaan safe haven, dan lonjakan harga minyak hingga US\$ 100 per barel yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kenaikan energi ini berpotensi mendorong tekanan inflasi yang lebih tinggi dan bertahan, memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Jika inflasi tetap tinggi, peluang The Fed menyalakan suku bunga lebih lama meningkat, mendukung dolar AS dan imbal hasil Treasury, yang secara tidak langsung membatasi daya tarik emas. Data PPI AS juga menjadi sorotan: kenaikan 0,4% secara bulanan menunjukkan tekanan harga produsen yang dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter. Geraldo menegaskan, pergerakan XAUUSD di antara support US\$ 4.237 dan resistance US\$ 4.409 akan menjadi fokus pasar. Faktor-faktor seperti konflik Timur Tengah, harga minyak, data inflasi AS, dolar AS, dan Treasury yield akan menentukan volatilitas emas minggu depan.

Berita terkait