Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Empat Pegawai Perpusnas Bawa Gagasan Indonesia ke Forum Perpustakaan Dunia IFLA WLIC 2026

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengirimkan 10 peserta, termasuk empat pegawainya, ke 90th IFLA World Library and Information Congress (WLIC) 2026 di Busan dan IFLA Satellite Meeting di Seoul, Korea Selatan. Empat pegawai Perpusnas—Irhamni Ali, Suci Indrawati Irwan, Sadariyah Ariningrum Wijiastuti, dan Yaya Ofia Mabruri—menjadi presenter dalam berbagai sesi, membahas topik seperti kecerdasan buatan (AI), keterbukaan pengetahuan, literasi masyarakat, dan kebudayaan populer. Keganitan ini bertujuan untuk membagikan perspektif dan pengalaman Indonesia di kancah global sekaligus memperoleh pengetahuan baru untuk diterapkan kembali di negeri ini.

Dalam kongres bertema "Libraries Powering Transformation", lebih dari 3.191 delegasi dari 111 negara dan wilayah mengikuti lebih dari 200 sesi. Di antara kontribusi Indonesia, Sadariyah Ariningrum Wijiastuti, yang terpilih sebagai bagian dari IFLA Emerging Leaders 2026, memaparkan potensi manga dalam mendekatkan generasi muda dengan perpustakaan serta model Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), yang berkembang dari 180 relawan di 177 kabupaten pada 2025 menjadi 360 relawan di 321 kabupaten pada 2026. Yaya Ofia Mabruri membawa kasus Gerakan Indonesia Membaca #Sepekan1Buku untuk menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kemampuan berpikir kritis di tengah maraknya penggunaan AI.

Kontribusi lainnya termasuk presentasi Irhamni Ali tentang penerapan AI dalam pemantauan kinerja perpustakaan publik, dan Suci Indrawati Irwan yang membahas tantangan infrastruktur terbuka dalam komunikasi ilmiah Indonesia. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan dukungan penuh terhadap partisipasi ini, menekankan bahwa pengetahuan dan jejaring yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi praktik yang relevan untuk memperkuat sistem perpustakaan dan budaya literasi di Indonesia. Melalui penelitian, diskusi, dan kolaborasi, Perpusnas tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai kontributor penting dalam membentuk masa depan perpustakaan global.

Berita terkait