Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bali Urus 94 Penumpang Batal Terbang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341877/original/032036100_1788689701-layanan_imigrasi.jpeg)
Erupsi Anak Krakatau pada 6 September 2026 sempat mengganggu satu jadwal penerbangan internasional, yaitu Citilink QG500 rute Denpasar (DPS)–Dili (DIL) yang membawa 94 penumpang. Penerbangan ini dibatalkan karena pesawat tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, akibat dampak erupsi. Meskipun demikian, operasional imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap berjalan normal tanpa kendala signifikan. Petugas Imigrasi Ngurah Rai cepat menyesuaikan data perlintasan 94 penumpang terdampak pada sistem keimigrasian dan memastikan tidak ada penumpang yang mengalami overstay. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap instruksi Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Surat Nomor IMI.8-GR.09.06-045 tentang Optimalisasi Pemeriksaan Imigrasi dalam Kondisi Kahar. Hingga kini, belum ada penerbangan internasional lain di Bandara Ngurah Rai yang terdampak langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 September 2026 pukul 11.07
Erupsi Anak Krakatau, 16 Penerbangan Jakarta-Bali dan Sebaliknya Batal
kumparan · 6 September 2026 pukul 18.03
Bandara Adisutjipto Sepi, Sejumlah Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.39
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Bandara Soetta Masih Ditutup, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.42
Erupsi Anak Krakatau, 251 Penerbangan Lion Group dari dan ke Jakarta Dibatalkan
Berita terkait
Lion Air Group Batalkan 251 Penerbangan akibat Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.23
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Batal
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.20
Dampak Erupsi Anak Krakatau, Belasan Penerbangan Jakarta-Bali Dibatalkan
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.07
Bandara Pangkalpinang batalkan penerbangan imbas erupsi Anak Krakatau
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 10.57