ESDM Ungkap Prabowo Minta Sampah Kota Disulap Jadi Energi Sebelum 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menargetkan persoalan sampah perkotaan dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum tahun 2029 melalui pengembangan fasilitas waste to energy (WtE). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa target ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan penanganan sampah dilakukan dari hulu hingga hilir sekaligus menjadikannya sumber energi baru terbarukan.
Target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan. Kementerian ESDM telah menindaklanjuti dengan memberikan kemudahan perizinan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), pengolahan sampah menjadi bioenergi, serta bahan bakar minyak terbarukan.
Pengembangan PSEL juga dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN dengan total kapasitas sebesar 4.502,7 MW, beserta fleksibilitas pengembangan di luar kuota RUPTL. Langkah ini bertujuan mengatasi sampah sekaligus memperkuat bauran energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Jawa Barat menjadi salah satu proyek percontohan yang sedang dibangun.
Bagikan
Berita terkait
Video: Percepat Transisi Energi,RI Wajib Perkuat Daya Saing Sektor EBT
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.00
75 Persen Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Tawarkan Konsep Transformasi Energi
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.15
Danantara Buka Seleksi Mitra Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.18
Percepat Pengembangan Proyek Waste to Energy, Registrasi DPT Dibuka Kembali
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 19.07