Feri Amsari: Anak-Anak Keracunan MBG, Bencana di NTT, Kalimantan Belum Tuntas, Kau Keluar Negeri? Oo!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, mengkritik keras pemerintah terkait berbagai persoalan domestik yang belum tuntas. Ia menyoroti kasus keracunan 556 santri di Sidoarjo setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan bencana di Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan yang masih belum optimal, serta tindakan aparat yang dinilai represif terhadap mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa. Feri menilai klaim pemerintah soal keberhasilan penanganan berbagai isu tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
Dalam pernyataannya, Feri juga mempertanyakan agenda pejabat pemerintah yang melakukan kunjungan ke luar negeri ketika banyak persoalan internal masih belum selesai. Ia membandingkan situasi tersebut dengan kunjungan yang tujuannya hanya untuk menyampaikan klaim-klaim positif, sekaligus menyinggung kemungkinan kunjungan ke Prancis. Feri menekankan bahwa kritiknya bukan berarti penolakan terhadap negara, melainkan bagian dari kepedulian dan cinta pada bangsa.
Feri meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan isu nasional seharusnya tidak diperlakukan dengan tindakan represif, dan menyoroti dugaan ketidakadilan dalam penegakan hukum terhadap kelompok tertentu.
Bagikan
Berita terkait
Masalah Bertubi-tubi, Ustaz Kondang Sentil Pemerintah: Presiden Jalan-jalan, Wapres Sedang Apa?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.50
Masalah Bertubi-tubi, Ustaz Kondang Sentil Pemerintah: Presiden Jalan-jalan, Wapresnya Sedang Apa?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.50
BEM SI Jatim Soroti Anggaran MBG dan KDKMP, Minta Pemerintah Prioritaskan Bencana
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.32
BGN Luruskan Polemik Korban Karhutla Ambil MBG di Sekolah
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 00.15