Frustasi Diperas, Ahok Ceritakan Alasan Menutup Pabriknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menceritakan pengalamannya sebelum terjun ke dunia politik dalam program Cafe Berisi dengan Rhenald Kasali. Pada 2003, Ahok menutup pabrik miliknya di Belitung karena frustasi ditindas oleh oknum pejabat pajak dan perwakilan BUMN joint venture asing. Sebagai pengusaha, Ahok ingin memberikan kesejahteraan pekerja melalui gaji layak, asuransi, dan jaminan pensiun, namun berbagai tekanan membuat pabrik sulit beroperasi. Salah satu oknum pejabat bahkan mengklaim kelangsungan pabrik berada di tangannya, hal ini membuat Ahok tersinggung dan memutuskan menutup pabrik segera. Ahok mengaku sempat ingin memukul oknum pejabat tersebut namun menahan diri. Pengalaman ini membuatnya teringat nasihat ayahnya tentang keterbatasan orang kaya dihadapan pejabat berwenang. Karena peristiwa ini, Ahok menyadari politik sebagai jalur untuk mendapatkan kekuasaan guna menghadapi kesewenang-wenangan birokrasi, yang kemudian mendorongnya memulai karier politiknya.
Bagikan
Berita terkait
Ahok Ceritakan Alasan Terjun ke Politik, 'Orang Kaya Tidak Akan Pernah Bisa Lawan Pejabat'
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Hanum Rais Sentil Rumitnya Penyetaraan Ijazah Luar Negeri untuk Rakyat, Tapi untuk Fufufafa Sekedip Mata Langsung Beres
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.00
Purbaya Dipecat, Apakah Keterusterangan Jadi Harga Politik?
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 20.02
Duet Anies–Ahok 2029: Anies Siap Merangkul, Ahok Masih Simpan Dendam Pilgub 2017
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.20