Gerindra Terancam? Elektabilitas Dedi Mulyadi Melejit, Anies Menunggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai kenaikan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpotensi memicu gejolak di internal Partai Gerindra. Tren elektabilitas Dedi yang melampaui Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dikhawatirkan membuat posisinya terancam atau diasingkan dari peran strategis partai karena dianggap menyaingi sang pimpinan.
Data survei akhir Juli 2026 dari SMRC mencatat Dedi unggul dalam simulasi semi terbuka dengan perolehan 35%, disusul Prabowo sebesar 14,5%. Pada simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3%. Lembaga Indikator Politik Indonesia juga mencatat tingkat kesukaan publik terhadap Dedi mencapai 88,3%, melampaui Prabowo yang memperoleh 68,1%.
Jika mendapat perlakuan tidak adil di internal, Dedi dinilai berpotensi bermanuver ke partai lain atau membentuk poros koalisi baru. Jamiluddin menyebut skenario koalisi Dedi Mulyadi bersama Anies Baswedan untuk Pilpres 2029 sangat mungkin terjadi, terutama jika aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) nol persen diterapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 13.39
Kader & Simpatisan Gerindra Gelar Aksi Damai saat Prabowo Pidato Sidang Tahunan
Berita terkait
Meski Elektabilitasnya Tinggi, Dedi Mulyadi Disebut Tak Berani Lawan Prabowo
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.30
Meski Elektabilitasnya Tinggi, Dedi Mulyadi Disebut Tak Berani Lawan Prabowo di 2029
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.30
Nyali KDM Ciut Menuju 2029? Pengamat Ragukan Dedi Mulyadi Ikuti Jejak Pembangkangan Jokowi
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 10.40
Bukan Cuma Survei, Ini 4 Modal Politik Dedi Mulyadi Sampai Disebut Ancaman Prabowo
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 10.40