Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gerindra Terancam? Elektabilitas Dedi Mulyadi Melejit, Anies Menunggu

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai kenaikan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berpotensi memicu gejolak di internal Partai Gerindra. Tren elektabilitas Dedi yang melampaui Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dikhawatirkan membuat posisinya terancam atau diasingkan dari peran strategis partai karena dianggap menyaingi sang pimpinan.

Data survei akhir Juli 2026 dari SMRC mencatat Dedi unggul dalam simulasi semi terbuka dengan perolehan 35%, disusul Prabowo sebesar 14,5%. Pada simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3%. Lembaga Indikator Politik Indonesia juga mencatat tingkat kesukaan publik terhadap Dedi mencapai 88,3%, melampaui Prabowo yang memperoleh 68,1%.

Jika mendapat perlakuan tidak adil di internal, Dedi dinilai berpotensi bermanuver ke partai lain atau membentuk poros koalisi baru. Jamiluddin menyebut skenario koalisi Dedi Mulyadi bersama Anies Baswedan untuk Pilpres 2029 sangat mungkin terjadi, terutama jika aturan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) nol persen diterapkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait