Google Siapkan US$12,18 Miliar untuk Marvell, Ada Jejak Pendiri Asal Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Google menandatangani kesepakatan dengan Marvell Technology, perusahaan semikonduktor yang didirikan oleh Sehat Sutardja, untuk pengembangan chip khusus AI. Melalui skema pemberian warrant, Google mendapatkan hak untuk membeli hampir 59 juta saham Marvell dengan harga US$206,58 per saham, yang jika seluruhnya dieksekusi berpotensi mencapai nilai US$12,18 miliar (sekitar Rp215 triliun). Kesepakatan ini tidak termasuk akuisisi langsung, melainkan pemberian hak pembelian bertahap selama 240 fase hingga akhir tahun fiskal 2033, dengan sekitar 1,4 juta saham sebagai hak pada tahun pertama. Skema ini terkait erat dengan pengembangan produk setengah tuan rumah (custom semiconductor) untuk ekosistem Tensor Processing Unit (TPU) Google, termasuk akselerator inferensi, pengendali penyimpanan, jaringan, memori, dan teknologi near-memory computing. Kesepakatan ini juga mengikat hak pembelian saham dengan pembelian produk Marvell oleh Google dan afiliasinya, meningkatkan integrasi kedua perusahaan dalam pasokan chip AI. Perluasan kerja sama ini berpotensi mengubah dinamika pasokan chip khusus Google, yang sebelumnya banyak bergantung pada Broadcom. Marvell, didirikan pada 1995 oleh Sehat Sutardja bersama istrinya Weili Dai dan saudaranya Pantas Sutardja, memiliki lebih dari 440 paten dan pernah mendapat penghargaan Inventor of the Year pada 2006. Sehat Sutardja, yang lahir di Jakarta dan meninggal pada September 2024 dalam usia 63 tahun, dikenang sebagai tokoh penting dalam industri teknologi global.
Bagikan
Berita terkait
Menteri UMKM soal Progres Diskon Biaya Admin Shopee Cs: Tinggal 5%
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.03
Rupiah Menguat ke 17.693 Usai Destry Damayanti Tegaskan Independensi BI
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.00
Permintaan Pindahan Jadi Primadona, Lalamove Catat Kenaikan Layanan Hingga 32,8%
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 19.00
Bank SMBC perkuat kapabilitas pembiayaan perdagangan dan rantai pasok
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 18.58