Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Gubernur NTB: APBD-P 2026 difokuskan Sade hingga penguatan ekonomi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa APBD-Perubahan (APBD-P) 2026 difokuskan pada pemulihan Dusun Adat Sade pasca-kebakaran dan penguatan ekonomi daerah. Dalam rapat paripurna DPRD NTB terkait KUA-PPAS APBD 2026, Iqbal menjelaskan bahwa perubahan KUA-PPAS disusun berdasarkan dinamika RKPD 2026 dan peristiwa terkini, termasuk gempa bumi di NTT yang mendorong NTB turun langsung memberikan bantuan. Pemerintah NTB juga menyiapkan tiga langkah rehabilitasi Sade: (1) pemindahan 40 rumah dari Kemenpar dan 35 rumah tambahan dari sumber tidak terikat APBD, (2) pembangunan museum seni permanen yang juga menjadi ruang pertunjukan budaya tradisional, dan (3) rekonstruksi komprehensif kawasan adat dengan melibatkan masyarakat serta pakar dari Ikatan Arsitek Indonesia, Unram, dan ITB. Museum Sade ditargetkan selesai sebelum Oktober 2026 untuk memulihkan sektor wisata.

Sehari setelah kejadian, Iqbal bersama Gubernur Bali Langsung ke lokasi untuk menilai kebutuhan masyarakat dan memberikan dukungan moral. Pemerintah menekankan transparansi dalam pengelolaan bantuan serta komunikasi dengan kontraktor dan donatur. Di sisi lain, NTB juga ditunjuk sebagai pusat pengembangan benih bawang putih nasional, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama untuk meningkatkan investasi dan kapasitas sumber daya manusia.

Secara anggaran, APBD-P 2026 mencatat pendapatan sebesar Rp5,62 triliun (naik 1,08% dari APBD murni), belanja Rp6,52 triliun (naik 5,56%), dan defisit Rp369 miliar yang akan ditanggung melalui SiLPA Rp431 miliar dan pembayaran utang jatuh tempo Rp61 miliar. Iqbal berharap kesepakatan APBD-P dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di NTB.

Berita terkait