Gubernur Pramono Larang Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap penertiban pengatur lalu lintas liar atau 'pak ogah' di jalan protokol, termasuk Jalan HR Rasuna Said. Menurutnya, keberadaan pak ogah justru memperparah kemacetan karena mereka mendapatkan uang ketika lalu lintas macet. Setelah ditertibkan, lanjut Pramono, lalu lintas di Jalan Rasuna Said menjadi lebih lancar.
Pramono meminta seluruh jajaran perangkat daerah untuk lebih proaktif dalam menertibkan pengatur lalu lintas ilegal. Ia juga memerintahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya guna memastikan seluruh pengatur lalu lintas di jalan protokol ditangani oleh instansi resmi.
Dengan penertiban ini, Pramono berharap Jakarta menjadi lebih tertib, nyaman, dan aman bagi warganya, sekaligus mendukung visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih rapi.
Bagikan
Berita terkait
Dirawat atau Dihancurkan, Warisan Anies Baswedan Ini Ada di Ujung Pena Pramono Anung
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 01.02
Truk Nyangkut di JPO Kramat Jati, Pramono Siapkan Sanksi ke Operator
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.11
Pram soal Usulan Tarif Parkir Mobil Naik Rp 60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 12.08
Pramono Luruskan Wacana Tarif Parkir Rp 60 Ribu per Jam
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 12.01