Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Guntur Romli Curiga 200 Juta Rekening Bisa Jadi Mesin Suara 2029, Bongkar Skenarionya

Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyoroti rencana pembukaan rekening massal untuk sekitar 200 juta masyarakat dengan saldo awal Rp50 ribu. Guntur mengkhawatirkan program ini berpotensi disalahgunakan menjelang Pemilu 2029. Ia menggambarkan skenario di mana rekening yang awalnya diisi Rp50 ribu kemudian menerima dana melalui bansos mulai 2028 hingga beberapa bulan sebelum pemilu. Menurutnya, pola pengisian ulang yang berlanjut dapat menjadi sarana mobilisasi dukungan elektoral. Guntur juga membayangkan adanya formulir tambahan untuk mengukur kepuasan masyarakat, serta notifikasi bank yang menyertakan nama tokoh atau partai tertentu sebagai penggagas program. Skenario lain melibatkan arahan kepada warga untuk menghadiri acara yang berpotensi berubah menjadi kampanye terselubung. Guntur menegaskan bahwa gambaran ini bukan prediksi pasti, namun menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap data dan penggunaan anggaran publik. Pemerintah menyampaikan bahwa program ini bertujuan memperluaskan akses perbankan, dengan anggaran diperkirakan Rp11 triliun dari APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebutuhan program mas masih dalam proses perhitungan, termasuk pertimbangan bagi masyarakat yang sudah memiliki rekening. Dengan saldo Rp50 ribu untuk 200 juta rekening, totalnya sekitar Rp10 triliun, belum termasuk biaya operasional. Guntur menekankan bahwa risiko lebih besar bukan pada jumlah saldo, tetapi pada skala data yang terhubung dengan rekening tersebut. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang mengontrol infrastruktur data ini di masa depan memiliki alat yang dapat disalahgunakan untuk mobilisasi dukungan elektoral. Oleh karena itu, Guntur meminta pemerintah untuk menjelaskan mekanisme program, sasaran penerima, penggunaan data, dan sistem pengawasannya secara lebih rinci guna mencegah polemik menjelang Pemilu 2029.

Berita terkait