Gus Roy Mengkritik Kebijakan PBNU Soal Konsesi Tambang, Simak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Roy Murtadho alias Gus Roy, pengasuh Pondok Pesantren Ekologi dan Ketua Partai Hijau, mengkritik kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menerima konsesi tambang. Gus Roy menyampaikan kritik ini dengan kekecewaan sebagai bagian dari kalangan santri NU yang terlibat dalam isu sosial dan lingkungan. Menurutnya, keputusan PBNU tidak selaras dengan gagasan Ketua Umumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yaitu 'Merawat Jagad, Membangun Peradaban'.
Kritik ini disampaikan Gus Roy saat menjadi narasumber dalam Rembug Warga NU Seri 5 bertajuk 'Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, Keadilan Gender, dan Keberlanjutan Lingkungan' di Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Sabtu (15/8).
Gus Roy mengungkapkan pengalamannya melakukan penelitian dan advokasi di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, di mana ia bertemu dengan masyarakat yang terdampak kegiatan pertambangan. Ia menyaksikan langsung korban-korban tambang yang digusur, ruang hidupnya hancur, dan tidak mendapat perlindungan. Meskipun berupaya menyampaikan persoalan warga terdampak kepada pemerintah, suara mereka belum memperoleh perhatian yang cukup. Akhirnya, Gus Roy kecewa ketika PBNU justru menerima konsesi pertambangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.29
Gus Roy Kecewa Berat PBNU Terima Konsesi Tambang: Saya Sentimentil sebagai Santri NU
Berita terkait
Dapat Restu Bani Bishri, Gus Salam Makin Siap Maju Jadi Caketum PBNU
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.00
Gus Kikin Siap Maju Jadi Caketum PBNU
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 20.59
Karhutla Kalsel Meluas ke Tahura Sultan Adam, Wisata Mandiangin Ditutup
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.06
Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak Papua
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 09.45