Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Beras Kompak Naik pada Agustus, BPS Ungkap Penyebabnya

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan beras kembali menyumbang inflasi pada Agustus 2026, dengan inflasi sebesar 0,42 persen dan andil terhadap inflasi nasional sebesar 0,02 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan peningkatan harga ini dipengaruhi oleh penurunan potensi luas panen dan produksi beras bulanan akibat fase transisi pasca puncak panen raya. Selain itu, faktor distribusi beras ke pasar, terutama di wilayah non-senter produksi, juga berperan dalam kenaikan harga. Luas panen proyeksi Agustus hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 3,07 juta hektare, menyusut 0,04 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras naik 1,32 persen secara bulanan dan 5,52 persen secara tahunan. Beras premium mengalami kenaikan 1,22 persen bulanan dan 10,07 persen tahunan, sementara beras medium naik 1,48 persen bulanan dan 4,03 persen tahunan. Di tingkat grosir, inflasi beras mencapai 0,80 persen bulanan dan 4,28 persen tahunan, dengan harga rata-rata naik menjadi Rp 14.901 per kilogram dari Rp 14.783 per kilogram bulan sebelumnya. Di tingkat eceran, harga rata-rata beras mencapai Rp 15.641 per kilogram, naik dari Rp 15.575 per kilogram pada April 2026.

Ateng menekankan bahwa proyeksi kumulatif pasokan beras hingga Oktober 2026 tetap relatif aman, namun pasokan harian ke penggilingan cenderung lebih terbatas dibandingkan periode puncak panen. Kenaikan harga beras ini berdampak langsung pada inflasi konsumen, terutama karena beras merupakan komoditas kebutuhan pokok yang konsumsinya tinggi di masyarakat Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait