Harga Emas Dunia Bisa Tembus US$ 4.650 Meski Suku Bunga The Fed Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
Harga emas dunia diproyeksikan Standard Chartered mencapai US$ 4.650 per ons pada kuartal IV 2026, naik dari US$ 4.350 per ons pada kuartal III, meskipun The Fed terus menaikkan suku bunga. Menurut Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Suki Cooper, keterkait tradisional antara emas dan suku bunga mulai melemah, digantikan oleh faktor struktural seperti dedolarisasi, kekhawatiran devaluasi mata uang, dan aksi beli emas oleh bank sentral. Sensitivitas emas terhadap yield obligasi AS juga mengikis, dengan korelasi hampir netral terhadap yield 10 dan 30 tahun, serta melemah signifikan terhadap yield 2 dan 5 tahun. Arus dana ke produk emas berbasis ETP tetap kuat, melanjutkan rekor Agustus dengan masuknya 121 ton emas, meski yield 10 tahun pernah menyentuh 5%. Posisi spekulatif di pasar berjangka belum overcrowded, dengan net fund length tetap solid di 34% dari total open interest. Standard Chartered memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada Desember 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 20.15
Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS
Berita terkait
Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam hingga UBS
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.31
Siaga Hadapi Krisis, Bank Ini Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton dari AS
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 06.45
Bank-bank Eropa Kompak Pindahkan Cadangan Emas dari AS, Ada Apa?
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.34
Pengaruh Suku Bunga The Fed terhadap Harga Emas
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.20