Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Harmonis di Publik, Prabowo–Jokowi Sebenarnya Punya Agenda Berbeda

Hubungan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak harmonis di ruang publik, namun pengamat politik Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai kedekatan ini masih mengandung kalkulasi politik untuk Pemilu 2029. Menurutnya, komunikasi politik tidak pernah berjalan dalam ruang kosong, sehingga setiap langkah yang ditampilkan ke publik selalu terkait dengan strategi yang lebih besar. "Jokowi punya rencana untuk 2029. Jokowi juga punya rencana 2029. Kartu itu tidak selalu harus dibuka sekarang," ujar Selamat Ginting dalam acara ROSI di Kompas TV.

Kedekatan keduanya terlihat saat menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Ginting menilai kebersamaan ini tidak serta-merta meniadakan perbedaan kepentingan. Sejak pemerintahan Prabowo memasuki tahun kedua, tanda-tanda manuver politik menuju 2029 mulai muncul. Salah satunya adalah pesan Jokowi agar posisi Gibran sebagai wakil presiden tetap aman, di tengah isu purnawirawan TNI yang disebut berupaya memakzulkan Gibran serta polemik mengenai keabsahan ijazah pendidikannya.

Prabowo tidak pernah menanggapi secara eksplisit terkait isu-isu tersebut. Ginting menambahkan, hal ini juga mencerminkan kekhawatiran Jokowi, terutama mengingat sekarang pendidikan Gibran sedang dipersoalkan. Setiap langkah yang diambil oleh kedua tokoh ini, menurutnya, masih dalam konteks strategi politik yang lebih luas menuju pemilu mendatang.

Berita terkait