Heboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemilik rumah di Indonesia semakin sering menawarkan take over KPR secara gratis atau dengan harga sangat murah. Fenomena ini terjadi ketika debitur kesulitan membayar cicilan akibat kenaikan suku bunga pasca-masa transisi bunga tetap. Menurut Syarifah Syaukat dari Knight Frank Indonesia, banyak debitur memilih melepas rumah karena tekanan cicilan yang meningkat saat masuk ke periode bunga floating. Take over KPR ke bank lain dapat memberi akses ke bunga baru, namun keputusan harus didasarkan pada perhitungan rinci termasuk biaya tambahan seperti penalty, asuransi, dan appraisal.
Kasus nyata melibatkan Banana, pemilik rumah di Kabupaten Bekasi yang sudah mengeluarkan lebih dari Rp200 juta selama mencicil rumahnya. Bisnisnya bangkrut dua tahun lalu, sehingga pendapatannya tidak stabil. Cicilan rumahnya naik dari Rp4 juta menjadi Rp5,7 juta per bulan dengan bunga floating 8,97%. Setelah dua tahun berusaha menjual konvensional, ia memutuskan menawarkan take over gratis karena persaingan pasar yang ketat dan kesulitan menemukan pembeli.
Banana menilai take over gratis lebih menguntungkan dibanding terus menggunakan tabungan atau berisiko tinggi pada BI checking. Namun, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan biaya sebenarnya karena perbedaan struktur bunga antar bank dapat memengaruhi total beban cicilan selama sisa masa kredit.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Housing Expo 2026 Raup Proyek Rp2 Triliun, Pengunjung Tembus 10 Ribu per Hari
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.05
Rencanakan Hunian pakai Kalkulator KPR BNI di Danantara Housing Expo
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 14.53
Cari Rumah di Danantara Housing Expo 2026? BRI Tawarkan DP 1 Persen dan Cicilan Mulai Rp1 Jutaan
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.51
BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.26