Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Heboh! Rocky Gerung Ungkap Gibran Langgar Kesepakatan Pribadi, Apa Isinya?

Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan adanya perjanjian pribadi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak disampaikan ke publik. Menurut Rocky, Gibran pernah datang ke rumahnya untuk belajar politik, dan keduanya sepakat agar hal tersebut tidak diumumkan. Namun, Gibran justru membocorkan pertemuan tersebut. Pernyataan ini disampaikan Rocky saat membahas posisi duduk Gibran yang tidak lagi berada di samping Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam acara tersebut, Gibran duduk sejajar dengan para Menteri Koordinator, bukan di samping Presiden sebagaimana biasnya.

Rocky menyampaikan pendapatnya bahwa Gibran kemungkinan besar tidak lagi ingin menjabat sebagai pendamping Prabowo. Ia meramakan bahwa Gibran mungkin merasa tidak lagi cocok menjadi Wakil Presiden dan mungkin memiliki ambisi lebih besar, seperti ingin menjadi presiden di masa depan. Pernyataan Rocky ini memicu spekulasi tentang hubungan antara Gibran dan Prabowo yang dinilai tidak lagi sejalan. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang hanyalah keputusan teknis operasional dan tidak ada indikasi keretakan politik di baliknya.

Rocky Gerung menuduh Gibran Rakabuming mencelah perjanjian pribadi terkait pertemuan untuk belajar politik. Gibran diduga tidak lagi ingin menjadi Wakil Presiden dan memiliki ambisi untuk menjadi presiden. Namun, Menteri Sekretaris Negara menjelaskan perubahan posisi duduk dalam sidang kabinet hanyalah keputusan teknis.

Berita terkait