IAEI dan KNEKS Siap Perkuat Masterplan Ekononomi Syariah RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong penguatan tata kelola ekonomi syariah melalui pengesahan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) dan pengembangan Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah. Hal ini disampaikan dalam Webinar Diseminasi Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia Triwulan II/2026. Menurut para pembicara, kedua instrumen itu penting untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah dan menyatukan kebijakan lintas kementerian dan lembaga.
Ketua Harian IAEI Muhammad Syakir Sula menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin ekonomi syariah global, mulai dari jumlah penduduk muslim hingga dukungan akademik dan kelembagaan. Ia menekankan ekonomi syariah tidak cukup dipandang sebagai aktivitas bisnis semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama atau jihad iqtisadi untuk membangun kesejahteraan bangsa. IAEI siap memperkuat kolaborasi antara akademisi, regulator, pelaku industri, dan masyarakat.
Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub menyebut ekonomi syariah telah masuk dalam RPJPN 2025-2045, RPJMN, dan Asta Cita. Menurutnya, MEKSI perlu memiliki dasar hukum yang kuat, sedangkan PDB Syariah diperlukan untuk memberikan gambaran lebih akurat mengenai kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.
Bagikan
Berita terkait
Empat Lembaga Teken MoU, Ekosistem Zakat dan Koperasi Syariah Diperkuat
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.47
Menag Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Digodok
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.35
Gandeng Baznas dan Kemenkop, Danantara Genjot Ekonomi Syariah
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 23.43
Pembiayaan Syariah Perbankan Capai Rp720 T, BI Siapkan Amunisi Baru
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.35