IHSG Diprediksi Melemah, Penerapan Saham Rp 1 Masih Jadi Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG diprediksi melemah pada perdagangan Selasa (29/9) dengan rentang estimasi antara 5.851 hingga 6.111. Penurunan ini mengikuti anjloknya indeks sebesar 1,51 persen ke level 6.147,859 pada hari sebelumnya. Tekanan global dipicu oleh kombinasi suku bunga tinggi, inflasi persisten, ketidakpastian geopolitik, serta lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 19 tahun terakhir (5,243 persen).
Di pasar domestik, investor sedang melakukan penyesuaian portofolio terkait implementasi harga saham minimum Rp 1 dan perubahan mekanisme Papan Pemantauan Khusus (FCA). Hal ini memicu proses price discovery, terutama pada saham yang sebelumnya berada di harga Rp 50. Beberapa saham yang direkomendasikan oleh Mirae Asset dan MNC Sekuritas antara lain BBRI, UNVR, BRPT, dan PTRO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.57
Bos Bursa Buka-bukaan Dampak Batas Saham Gocap Dihapus ke IHSG
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.19
IHSG Turun 1%, Dekati Level 6.000
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.37
IHSG Masih Terancam Ambruk, Waspadai Level 6.070
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.29
IHSG Tergelincir ke 6.147 usai Batas Minimum Saham Dipangkas Jadi Rp1
Berita terkait
IHSG Ditutup Melemah 0,90 Persen, Nilai Tukar Rupiah Ikut Terkoreksi
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.20
IHSG Anjlok 1,2 Persen ke Level 6.298 Sore Ini
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.47
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Lanjut Koreksi, Cek Rekomendasi Saham AMRT hingga BBRI
JawaPos · 23 September 2026 pukul 07.00
IHSG Ditutup Merosot 1,69%, Rupiah Melemah ke Level Rp 17.885
kumparan · 22 September 2026 pukul 16.07