IHSG Melesat 1% Lebih Ditopang Kinerja Saham Big Cap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,03% atau 67,78 poin ke level 6.663,56 pada perdagangan Kamis (3/9/2026), didorong oleh kinerja saham big cap. Nilai transaksi mencapai Rp 9,96 triliun dengan volume 23,56 miliar saham. Sektor properti, energi, dan barang baku mencatat kenaikan tertinggi, sementara sektor konsumer non primer melemah. Emiten penopang utama meliputi Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), Amman Mineral (AMMN), CPIN, dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
Tekanan pasar datang dari eskalasi konflik AS-Iran yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan inflasi. Yield obligasi global juga menekan pasar, dengan yield Treasury AS 10 tahun mencapai 4,818%, yield Jepang 10 tahun menembus 3% untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, serta yield Jerman dan Inggris mencapai level tertinggi sejak 2011 dan 2008.
Di sisi domestik, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan stabilitas ekonomi sebagai prioritas periode 2026-2031. Pasar juga memantau kebijakan pemerintah terkait sektor energi dan perbankan, termasuk kenaikan harga avtur Pertamina dan pencabutan izin BPR Syariah oleh OJK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 08.10
IHSG Diprediksi Bergerak 6.550-6.650, Ini Sentimen Penggeraknya
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.39
IHSG Dibuka Balik Menguat Tembus 6.632, Transaksi Awal Cetak Rp1 Triliun
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.23
IHSG Dibuka Menguat 0,56% ke Level 6.632,83, Didorong oleh 315 Saham
kumparan · 3 September 2026 pukul 09.07
IHSG Dibuka Naik 0,56%, Bursa Asia Kompak Menguat
Berita terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,56% Pagi Ini, 315 Saham Naik
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.03
IHSG Dibuka Menguat 0,46% ke 6.555 pada Awal September, Pasar Cermati Data Ekonomi
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 09.22
Saham Bank Topang IHSG Pagi Ini, BBRI Pimpin Penguatan
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.15
IHSG Naik Tipis di 6.525, Pasar Bayangi Rebalancing MSCI
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.50