Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Rawan Jatuh di Bawah 6.000, Level 5.898 Jadi Ancaman

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam kondisi yang rawan meski sempat memantul dari area 6.000. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa ruang penguatan IHSG baru terbuka lebih lebar jika indeks mampu melewati level 6.095, kemudian menembus rentang 6.111-6.121 untuk memperkuat momentum kenaikan. Sebaliknya, jika IHSG kembali terkoreksi, ia berpotensi menguji area support 5.979-5.973, dan jika support tersebut gagal bertahan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hingga level 5.898. Secara teknikal, Liza mencatat bahwa IHSG sudah menunjukkan rebound, tetapi tren utamanya masih berada dalam fase penurunan, sementara indikator RSI (14) telah naik ke level 30.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, juga melihat peluang bagi IHSG untuk bergerak konsolidatif setelah berhasil memantul dari sekitar 6.000. Namun, arah penguatan masih membutuhkan konfirmasi dari pergerakan berikutnya. Reza menempatkan area 6.000-5.854 sebagai support utama IHSG, sementara resistance berada di kisaran 6.100-6.110. Menurutnya, jika indeks berhasil melewati level 6.110, peluang terjadinya technical rebound lanjutan semakin terbuka.

Selain faktor teknikal, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi AS yang akan datang. Pasar akan menunggu rilis ISM Services pada Senin, Fed Minutes pada Rabu, serta data jobless claims yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Data dan peristiwa ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait