Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Imbas Perang Timur Tengah, Indonesia Terpaksa Berburu Pasokan BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengganti strategi pengadaan BBM dari sistem lelang ke metode 'hunting' atau pencarian langsung ke negara-negara dengan stok berlebih. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM nasional di tengah krisis pasokan akibat konflik di Timur Tengah yang memicu peningkatan harga global. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa peserta lelang BBM menurun drastis sejak konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran meletus pada awal 2026, sehingga Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor BBM. Akibatnya, harga beli BBM melalui metode hunting berpotensi naik dibandingkan pengadaan normal. Namun, pemerintah berhasil menjaga stok BBM nasional tetap aman selama 18-20 hari ke depan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM tetap di atas standar minimal 18-21 hari dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Untuk BBM nonsubsidi, harga akan tetap mengikuti fluktuasi pasar internasional melalui mekanisme Indonesian Crude Price (ICP).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait