Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

INALUM Naik Kelas ke idAA, Fundamental Keuangan Topang Ekspansi Hilirisasi Aluminium

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat korporasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM dari idAA- ke idAA dengan prospek stabil. Kenaikan ini berlaku dari 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027, mencerminkan penguatan fundamental keuangan dan peran strategis INALUM dalam program hilirisasi aluminium nasional. Tiga faktor utama mendukung kenaikan peringkat ini: dukungan kuat dari PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) sebagai induk perusahaan, posisi pasar yang kuat, dan profil keuangan yang solid.

Berdasarkan data keuangan hingga Juni 2026, INALUM mencatat penjualan US$543,3 juta, EBITDA US$248,4 juta, dan laba bersih US$152,6 juta. Margin EBITDA mencapai 45,7%, meningkat signifikan dari 27,8% pada 2025. Total aset disesuaikan mencapai US$2,27 miliar dengan ekuitas US$1,96 miliar dan total utang hanya US$7,4 juta. Rasio utang terhadap EBITDA dan ekuitas masing-masing hanya 0,0 kali, sementara rasio EBITDA terhadap beban keuangan mencapai 1.149,4 kali.

INALUM memiliki kapasitas produksi 275.000 ton aluminium per tahun dan merupakan satu-satunya produsen primary aluminium ingot di Indonesia. Perusahaan sedang mempersiapkan investasi lebih dari US$3 miliar untuk pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dan Smelter Aluminium II selama 2026-2029. Dengan peringkat yang lebih tinggi, INALUM berharap dapat memperluas akses pendanaan untuk mendukung agenda ekspansi ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait