Indef: Kenaikan belanja negara sebaiknya ke sektor pengungkit ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom INDEF, Eko Listyanto, menyarankan agar kenaikan target belanja negara sebesar Rp9,1 triliun dalam RAPBN 2027 dialokasikan ke sektor pengungkit ekonomi daerah seperti UMKM, industri, pariwisata, dan infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan efek pengganda ekonomi, dibandingkan hanya digunakan untuk konsumsi pemerintah melalui kementerian dan lembaga.
Dalam postur sementara RAPBN 2027, target belanja negara naik menjadi Rp4.106,3 triliun, dengan proyeksi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp3.435,1 triliun. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen (yoy) pada 2027, lebih tinggi dari target 2026 yang sebesar 5,4 persen, dengan rencana defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.18
Postur RAPBN 2027 Berubah, Target Pendapatan & Belanja Tambah Rp 9,1 T
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 15.00
Pemerintah Tambah Belanja Negara Rp 9,1 Triliun, Ternyata untuk Ini
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 14.30
Target PNBP Naik Rp 5,1 Triliun, Wamenkeu Tegaskan Bukan dari Danantara
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 14.00
Postur Sementara RAPBN 2027 Disepakati: Pendapatan dan Belanja Naik Rp 9,1 Triliun
Berita terkait
Puan: APBN Naik 20 Kali Lipat dalam 26 Tahun Terakhir
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.13
Menkeu: Kenaikan target belanja tidak termasuk tambahan anggaran K/L
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 17.39
Postur RAPBN 2027 Berubah, Target Pendapatan dan Belanja Tambah Rp9,1 T
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.51
RAPBN 2027 Sudah Diserahkan, Bagaimana Nasib APBN 2026?
kumparan · 5 September 2026 pukul 22.00