Indonesia Dorong Kerja Sama Mata Uang Lokal dan Teknologi AI di BRICS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324640/original/053797300_1786756008-sp_2815826.jpeg)
Indonesia mengadvokasi kerja sama mata uang lokal dan pengembangan AI di BRICS melalui 1st BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Jaipur (12-13 Agustus 2026). Diwajarkan oleh Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, kerja sama ini menekankan pemanfaatan mata uang negara anggota BRICS serta konektivitas sistem pembayaran lintas negara untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing. Indonesia juga mendorong Digital Public Infrastructure (DPI) dan penguatan riset AI agar negara berkembang menjadi inovator, bukan sekadar pengguna teknologi. Tema pertemuan 'Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability' menjadi landasan mendongkrak ketahanan ekonomi menghadapi risiko siber, perubahan iklim, dan guncangan geopolitik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.12
BI tegaskan pentingnya kerja sama untuk ketahanan ekonomi di BRICS
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.27
Sinergi Danantara, NeutraDC Gandeng PLN Kembangkan Hyperscale Data Center
Berita terkait
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.19
AI Ubah Strategi Internet Indonesia, 5G Dikebut hingga Pelosok
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.04
Komdigi Percepat Roadmap 5G, Target Cakupan Nasional pada 2029 demi Ekonomi AI
JawaPos · 7 Agustus 2026 pukul 18.31
Kelanjutan Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Modi: BPS dan MOSPI Kerja Sama Penguatan Statistik
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 13.07