Indonesia Punya Kayu Melimpah, Tapi Ekspor Furnitur Kalah dari Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9356860/original/079155800_1790223178-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.36.352.jpeg)
Indonesia memiliki potensi besar dalam industri furnitur berkat ketersediaan kayu melimpah dan pasar domestik yang kuat. Pada 2025, nilai pasar furnitur dalam negeri mencapai USD 736,21 miliar, sementara kayu masih mendominasi pasar global dengan porsi 62 persen pada 2026. Namun, daya saing Indonesia di pasar ekspor masih tertinggal dibanding Vietnam yang kini menjadi eksportir furnitur nomor dua dunia. Pada 2000, posisi Vietnam bahkan berada di bawah Indonesia, namun berhasil menyalip melalui peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi industri.
Bagikan
Berita terkait
Produk Indonesia Tampil di KOFURN 2026, Dubes Cecep: Kita Ingin Membangun Branding yang Kuat
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 04.00
Revisi UU KADIN Disorot, Anindya Bakrie Ingin UMKM Naik Kelas
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 15.31
Perdana, Perusahaan Asal Semarang Sukses Ekspor 4.400 Boneka Klasik ke Negeri Paman Sam
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 15.29
Kadin Dukung Insentif untuk Industri Tekstil, Soroti Tantangan Rantai Pasok
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.40