Industri Pangan Indonesia Bidik Pasar Global, Target Ekspor US$ 3,08 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351620/original/086219700_1789708391-1__1_.jpg)
Indonesia berencana meningkatkan ekspor produk pangan makanan dan minuman (mamin) hingga US$ 83,08 miliar pada 2029 dengan rata-rata pertumbuhan 10,9% per tahun. Nilai tambah industri manufaktur mencapai US$ 275,61 miliar pada 2025, menempati posisi ke-12 dunia dan tertinggi di ASEAN. Industri mamin menyumbang 41,86% PDB industri pengolahan nonmigas dan 7,16% PDB nasional, dengan ekspor US$ 49,5 miliar pada 2025, naik 19,5% per tahun. Pemerintah fokus pada percepatan hilirisasi, peningkatan standar mutu melalui SNI Wajib, dan ekspansi pasar ke 20 negara baru. Tantangan pasar global meliputi EUDR, CBAM, serta permintaan produk bersih, berkelanjutan, dan berkualitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 11.28
Ekspor Mamin Indonesia Naik 19,5 Persen, Target Baru Dipasang hingga 2029
Berita terkait
Perkuat Hilirisasi, RAI Dorong Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45
Harga Emas Antam Hari Ini 18 September 2026 Naik Rp25.000 per Gram
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.25
MIND ID Genjot Pengelolaan Mineral untuk Maksimalkan Penerimaan Negara
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.05
Komisi XII DPR Dorong Penguatan Produksi dan Hilirisasi Emas
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 00.03