Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Inflasi Tinggi, Warga AS Rela Kuras Tabungan Demi Liburan Musim Gugur

Warga Amerika Serikat (AS) tetap bersemangat melakukan perjalanan liburan meski biaya tiket pesawat, bensin, dan hotel naik tajam. Survei Squaremouth kepada lebih dari 6.200 responden menunjukkan bahwa kenaikan harga hingga 25 persen hanya membuat 47 persen wisatawan menyesuaikan rencana, sementara 55 persen tidak mengubah rencana sama sekali dan hanya 3 persen yang membatalkan. Sebagian kecil memilih berlibur lebih dekat, mengganti destinasi ke tempat yang lebih murah, atau memendekan durasi liburan.

Chief Marketing Officer Squaremouth, Jackie Mondelli, menyatakan bahwa liburan kini menjadi pengeluaran wajib dalam anggaran, bukan lagi opsional. Data menunjukkan lebih dari separuh responden rela menghemat di sektor lain—19 persen mengurangi belanja ritel dan 13 persen memotong anggaran makan restoran—demi tetap berlibur. Namun, 13 persen wisatawan justru rela memotong dana tabungan atau investasi untuk bisa pergi, yang berisiko bagi stabilitas keuangan jangka panjang.

Temuan ini dipengaruhi oleh fenomena temporal discounting, di mana masyarakat lebih memilih kepuasan saat ini dibandingkan keuntungan finansial di masa depan. Survei Hertz mencatat 46 persen warga AS berencana tetap berlibur di musim gugur ini. Meski musim gugur biasanya menawarkan tarif lebih murah, tingginya permintaan dan tekanan inflasi global membuat penghematan semakin berkurang. Data Expedia menunjukkan harga tiket pesawat domestik dan akomodasi hotel untuk destinasi populer di AS naik 2 persen dan 20 persen dibandingkan musim panas.

Berita terkait