Inklusi Keuangan Tembus 93,61 Persen, Pengamat Soroti Dampak Program Edukasi OJK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320619/original/037262100_1786359457-WhatsApp_Image_2026-08-10_at_5.52.53_PM.jpeg)
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Capaian ini dinilai sebagai dampak positif dari berbagai program edukasi, perluasan akses layanan keuangan, dan perlindungan konsumen yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyatakan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari konsistensi OJK dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai program literasi, perlindungan konsumen, dan perluasan inklusi keuangan yang semakin masif dalam beberapa tahun terakhir.", "tags": ["snlik 2026", "literasi keuangan", "inklusi keuangan", "ojk", "edukasi keuangan"]
Bagikan
Berita terkait
17 Agustus, Masyarakat Diminta Berhenti Beraktivitas Tiga Menit pada 10.17 - 10.20 WIB
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 02.30
Bupati Aceh Barat 'Haramkan' Lomba Panjat Pinang, Ternyata Karena...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 02.00
Megawati Membangun Tradisi Sejak Turunnya Jokowi, Kembali Absen Upacara HUT RI di Istana
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 01.51
Sudah Pernah Pamit Jokowi, Kini SBY Kembali Medical Check-Up ke AS dan Minta Maaf
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 01.29