INPS Bidik Rp125 Miliar Lewat Private Placement, Andry Hakim Terancam Terdilusi 65,79%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) akan menggelenggarakan RUPSLB pada 3 November 2026 untuk memperoleh persetujuan mengenai rencana penerbitan saham melalui private placement sebesar Rp125 miliar. Harga saham dalam penawaran ini ditetapkan Rp100 per lembar, jauh di bawah harga pasar yang tercatat Rp1.065 per saham di BEI. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan sesuai POJK OJK Nomor 32/POJK.04/2015, dengan dana hasilnya digunakan untuk penyertaan modal entitas anak, pelunasan utang, dan peningkatan modal kerja.
Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham hingga 65,79%. Sebelumnya, investor individu Andry Hakim beli 65 juta saham pada 16 September 2026, lalu tambah 132 ribu saham sehari berikutnya, sehingga kepemilikannya mencapai 10,02%. Pada transaksi yang sama, PT Graha Inti Guna Persada melepas 67,30 juta saham, menurunkan kepemilikannya dari 76,54% ke 66,19%.
Saham INPS masih dalam status penghentian sementara perdagangan di BEI. Pemegang saham pengendali menyatakan siap sebagai calon pemodal dalam private placement ini. RUPSLB akan dihadiri pemegang saham berdasarkan daftar pada 9 Oktober 2026, dengan pemanggilan resmi pada 12 Oktober 2026.
Bagikan
Berita terkait
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.00
Saham Lagi Digembok, Emiten Ini Mau Private Placement 77 Juta Saham
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.30
Apexindo Siapkan Private Placement 218,09 Juta Saham, untuk Perkuat Modal
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 21.04
HATM Terbitkan 640 Juta Saham Baru, Dananya untuk Tambah Kapal dan Bayar Utang
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 14.16